Saturday, May 30, 2009

my childhood obsession

to invent
"new color"
but it always ended up
in brown after all

Baba, if I were you

When we (Baba, Ali, Mariam, and I) were waiting for our pizza at “the pie”, we were talking about how nice if we don’t have to have a roommate. But, for baba, it is a bad thing. Well, of course. Mama is not here now. It has been 4 days since mama went to Syria. Unfortunately, she is not gonna be here until the next 2 weeks.

Anyway,
Ali were talking about the condition if baba and ali himself “exchange” their role in the family.

Ali (A) : Hey baba, I would miss mama, too if I were her husband.

Baba (B): Of course you will miss your wife if you have a lot of kids.

A : Yes, that’s true. If I were you, I would be the one who works, drop off Widya and
Omar every morning, and get to see how well I’m doing at school.

B : Yeah, you’re right Ali. And I’m gonna be the one who always make troubles at school.

A : Well, yeah. That’s true, too. And I can get mad at you (laughing).

B : Oooohh Ali. Let’s not talk about it right now. -_-

A : No… no. I have to say one more thing. I would have to be the one who gets massage from you after salat. :P

Tinggal 30 hari lagi
Harusnya aku senang atau sedih?

DO I LOVE ALLAH MORE THAN ANYTHING?

Sometimes,,

I love my sleep in the morning rather tah getting up and pray Fajr on time

I love to spend more time to read novel rather than read my Quran

I love visiting and talking with my friends in the masjid than pray sunnah tahiyyatul masjid

I love memorizing funny jokes rather than memorizing surah in the holy book

I love to chat with my friend and check my facebook rather than spending my time to do zikr

I love to finish watching my favorite TV shows rather than pause it and do my salat for 5 minutes

I prefer to say “hi” or “what’s up” to my muslim friends rather than say “assalamualaikum”

I forgot to thank ALLAH of my life today, yesterday, and inshaALLAH tomorrow

I do not realize that all the good foods I eat everyday is the blessings from ALLAH

I do not feel that ALLAH is in my heart and I still dare to add “poison” in my heart

I forgot the fact that ALLAH gave me tongue to say something nice

But,

I know, there is no perfect human, and make mistake(s) is the part of my life.

I realize the fact that ALLAH created me perfectly for the benefits of myself, my family, and the rest
of the world.

From mistakes I learn and from mistakes we will try to improve myself.

Wednesday, April 8, 2009

di (kamar) bumi bagian lain

Kasur yang dibalut katun ungu itu, masih tergeletak di atas karpet merah yang terhampar di sudut kamar. Lemari pakaian dan meja rias kayu dengan warna coklat tua masih sama, duduk berseberangan dengan sofa (kasur) lipat. Keyboard itu, seperti biasa, dilapis tipis oleh debu, karena sang empu sudah tidak ada waktu untuk memainkan satu tangga nada, walaupun sekejap. 5 bingkai yang dipenuhi foto sang pemilik kamar, mulai dari bayi, hingga masa-masa remajanya sudah jarang ditengok oleh penghuni rumah yang lain. Dua lukisan berwarna natural karya salah satu pelukis Bali makin layu, layu tak terharga. Hanya 1 atau 2 lukisan dengan inisial W sang pelukis terkadang dipandang sejenak oleh sang ibu, sang penghuni rumah. Jam merah, bercorak benda-benda magic di luar angkasa, dengan setia, menghitung satu per satu detik, sejak sang pemilik kamar mengucapkan salam terakhirnya, tahun lalu.

Sang penghuni kamar yang sekarang berada di bumi bagian lain, sedang tertidur nyenyak, di atas kasur empuk, yang bahkan jumlah udaranya bisa di-adjust. Tubuhnya cukup hangat dengan 3 lapis selimut dan al-quran yang selalu tersandar di samping kepalanya. 3 cermin besar, 1 lemari pakaian yang juga besar, dan belasan laci bisa dibilang cukup besar bagi seorang remaja berbadan kecil. Satu hal yang membuatnya bahagia dengan kamar barunya, semua lukisan dengan inisial W berjajar rapi membungkus keempat sisi dinding kamarnya. Bahkan mungkin, dinding itu, hanya mampu memuat 2 atau 3 lukisan lagi, tak lebih. Lampu tidur itu, mengerlingkan secercah cahaya, cahaya yang dia harap bisa buat dia bertahan, bertahan di sini, dan di bumi bagian lain, sekarang, besok saat dia terjaga, dan selamanya.

Thursday, April 2, 2009

selamat pagi

Pagi di Indonesia

Wekerku sudah berteriak dari pukul 5.15 pagi. Dan tanganku sudah dengan otomatis menekan tombol bagian atas beker merah sebesar buah delima itu. “Lima belas menit lagi”, gumamku. Aku baru berangkat dari tempat tidurku kalau ibu sudah masuk kamar, menarik selimutku, dan mematikan AC kamar. Lalu, dengan malas aku tertatih ke kamar mandi untuk berwudu lalu kembali ke kamar untuk sholat subuh. Sehabis sholat, aku ambil handukku yang digantung di belakang pintu kamarku, lalu masuk ke kamar mandi dengan malas. Aku harus cepat-cepat mandi, karena, keterampilanku memasang jilbab segiempat zada tidak begitu baik. Biasanya, butuh 15 menit untuk memasang jilbabku dengan sempurna, dua jarum pentol di sisi kiri kanan kepala, satu pin di sisi kiri jilbab fish style-ku, dan satu peniti di sisi kanan. Aku memastikan ikat pinggang, kaus kaki, dan tas sekolah sudah lengkap sebelum aku meninggalkan kamarku menuju ruang makan. Di ruang makan, nasi goreng dan roti bakar sudah siap dengan teh hangat yang sudah ibu siapkan dari setengah jam yang lalu. “Lia, makan yang cepat. Jangan sampai telat ke sekolah. 5 menit lagi om nedi datang loo” itu yang selalu ibu ucapkan tiap pagi. Buru-buru aku menghabiskan sarapanku, lalu meneguk 1 tablet vitamin dan menghabiskan satu cangkir teh melati. Lekas aku mencium tangan ibu dan ayah, lalu memanggil om nedi yang sudah siap di mobil untuk mengantarku ke sekolah. Untung, sepatu sekolahku yang seragam dengan teman-temanku yang lain itu sangat mudah untuk dipasang. Perjalanan dari rumah ke sekolah biasanya memakai waktu sekitar 20-25 menit. Satu hal yang aku benci dari rute perjalananku, simpang polda. Itu persimpangan jalan paling sibuk dan macet di Palembang. Ditambah dengan pembangunan fly over yang tak kunjung usai menambah kerusuhan di simpang polda. Namun biasanya aku mengisi waktu di mobil dengan membaca buku. Sekolahku mulai pukul 6.45 dan biasanya aku sudah tiba di sekolah pukul 6.30 pagi. Sekolah, yang seringkali membosankan, berlangsung hingga pukul 3.15.

Pagi di United States

Aku biasanya bangun sebelum wekerku berdering. Tepat 5 menit sebelumnya. Aku dengan malas berangkat dari tempat tidurku, menyadari bahwa aku hampir kehabisan waktu sholat subuh. Sedikit berlari ke kamar mandi, ambil wudhu di wastafel yang mengharuskan aku mengangkat kakiku tinggi agar bisa terguyur air wudhu. Aku tidak biasa mandi pagi di sini. Entah kenapa aku malas mandi pagi, jadi ya aku mandi sore tiap pulang sekolah. Kegiatan pagi hariku sama, menyisir rambut, diikat, pakai seragam, ikat pinggang, pasang jilbab (di sini hanya memakan waktu 5 menit), kaus kaki, dan lotion, karena kelembaban di Utah sangat rendah, sepertiga kelembaban di Indonesia. Aku beranjak dari kamarku setelah memastikan tempat tidurku rapi, lalu ke lantai atas. Aku selalu jadi orang pertama yang bangun pagi. Di dapur, tiap hari aku bertanya pada diriku sendiri hal yang sama. Makan apa pagi ini? Di sini tidak ada ibu yang selalu masak sarapan dan menyiapkan satu cangkir the manis di atas meja. Aku harus menyiapkan sarapanku sendiri, bahkan makan siangku juga. Pilihan sarapanku ada 3, sereal, telur, ato toaster struddle. Pilihan yang ketiga adalah favoritku. Tapi sayang, karena penggemarnya cukup banyak, jadi aku punya batasan berapa banyak yang boleh aku makan. Setelah semua siap, aku sudah mengepak lunch, omar sudah siap dengan backpacknya (dia sudah 3 kali lupa bawa backpack ke sekolah), dan baba sudah siap, kita berangkat. Baba yang mengantar aku dan omar ke sekolah. Perjalanan dari rumah ke sekolah hanya 10 menit. Cukup singkat. Tidak ada simpang polda, apalagi proyek fly over. Sampai di sekolah, aku tak sabar menunggu jam 3, itu artinya sekolah usai untuk hari itu.

upset..

i care enough
or
i care too much

i don't care, it doesn't matter

what matter is
do you care 'bout me?

go ahead
don't ever think about me
i'm not that important
if it makes you happy

honestly, i'm upset
i feel like i'm being forgotten
i feel like i left behind

with all the things i did
and with all the things you did

thanks a lot
i learned something from it